MY FIRST ONE-MAN JAPAN TRIP 2018

Jalan-jalan sendirian ke Jepang? Kenapa enggak!

kernel-panic

7 minute read

Setelah bertahun-tahun lamanya hanya bermimpi pergi ke Jepang, alhamdulillah, pada bulan Oktober 2018 akhirnya saya mengunjunginya. Artikel ini merupakan artikel yang akan berisi pengalaman saya ketika jalan-jalan ke Jepang sendirian, tepatnya jalan-jalan di Tokyo. Meskipun, ada beberapa tempat yang tidak saya kunjungi namun sangat ingin saya kunjungi jika punya waktu lebih.

Sebelumnya saya sudah menerbitkan pengalaman saya ketika mengajukan salah satu dokumen perjalanan wajib untuk ke Jepang bagi WNI yaitu Visa. Kamu bisa baca artikelnya disini .

Oh ya, dalam artikel ini saya akan bercerita dengan singkat, karena akan kepanjangan kalo terlalu detail wkwkwkwk.

Hari 1: Mendarat di Tokyo (Narita), Ueno, Shibamata, dan Asakusa

Di hari pertama ini, untuk pertama kalinya saya menginjakan kaki di negara yang sudah saya impi-impikan untuk mengunjunginya sejak dulu. Dan hal pertama yang saya lakukan setelah pesawat landing yaitu cari toilet wkwkwk. Setelah itu pastinya langsung ke konter imigrasi.

Di konter imigrasi lancar-lancar saja, hanya ditanyai beberapa pertanyaan umum seperti berapa hari di Jepang, nginep dimana, dll. Sebelum meninggalkan bandara, saya sempat mengunjungi Anime Tourism Information yang ada di bandara Narita, dan setelah itu langsung bergegas meninggalkan bandara.

Tempat pertama yang saya kunjungi di Tokyo yaitu Ueno. Saya hanya sempat keliling di Ueno Park yang jaraknya tidak jauh dari Stasiun Keisei-Ueno karena malah turun hujan.

Setelah dari Ueno, saya pun bergegas untuk melanjutkan perjalanan ke Shibamata. Jadi, Shibamata ini adalah kawasan kota lama yang menyisakan pemandangan bernuansa jadul atau tradisional ala Jepang gitu. Shibamata ini terletak di ujung timur Tokyo. Daerah ini berbatasan dengan sungai yang memisahkan Tokyo dengan prefektur Chiba. Dan ya, ketika saya di Shibamata tidak ada turis mancanegara sama sekali dan suasananya cukup sepi, padahal tempat ini menarik untuk dikunjungi.

Selesai dari Shibamata, saya langsung meluncur ke hostel tempat saya menginap untuk check-in. Setelah itu, saya lanjut lagi ke Asakusa. Di Asakusa ini tujuan saya yang sebenarnya yaitu ke Senso-ji Temple, tapi sebelum kesana saya sempatkan dulu untuk ke Sumida, karena pada waktu itu saya ingin mengambil footage video dan foto Tokyo Skytree dari jarak yang gak terlalu jauh.

Setelah puas mengambil footage video serta foto, barulah saya mengunjungi Senso-ji Temple. Selain itu, tidak jauh dari Senso-ji, ada sebuah kedai ramen halal bernama Naritaya Halal Ramen. Ya, dan saya pun memanjakan perut yang keroncongan di kedai ramen tersebut sekaligus mengakhiri perjalanan pada hari pertama ini.

Hari 2: Shinjuku, Akasaka, Harajuku, Shibuya dan Akihabara

Di hari kedua ini, tempat yang pertama kali saya kunjungi yaitu Suga Shrine di kawasan Shinjuku. Niat ke Suga Shrine ini bukan untuk melihat kuilnya, tapi untuk melihat tangga yang ada di dekat kuilnya yang mana tangga tersebut muncul menjadi latar belakang dalam sebuah film animasi yang terkenal Kimi no Na wa.

Setelah itu, saya melanjutkan lagi perjalanan ke taman Shinjuku Gyoen. Taman ini memadukan tiga gaya taman yakni, Taman Tradisional Jepang, Taman khas Prancis, dan Panorama khas Inggris. Seperti sebelumnya, niat saya ke taman ini yaitu untuk melihat tempat yang menjadi latar belakang dalam film animasi Kotonoha no Niwa.

Perjalanan pun berlanjut ke daerah Akasaka. Di Akasaka ini saya mengunjungi kuil bernama Hie Shrine. Di Hie Shrine ini ada satu spot foto yang ciamik, yaitu deretan tori berwarna orange seperti yang ada di Fushimi-Inari Kyoto.

Dari Akasaka, saya melanjutkan perjalanan ke Harajuku dan Shibuya. Ya seperti turis pada umumnya, tempat mainstream ini menjadi list things-to-do saya ketika di Tokyo.

Oh iya, ada kejadian yang membuat saya sedikit deg-degan ketika di Shibuya. Jadi ketika saya ambil footage video dan foto di Shibuya, saya di samperin sama Pak Polisi. Tapi setelah Pak Polisi tersebut mengetahui bahwa saya turis, Pak Polisi tersebut pun melepaskan saya. Sumpah ini agak menguji adrenalin wkwkwkwk.

Pada malam harinya, saya pun mengunjungi Akihabara, tempat yang sangat wajib di kunjungi oleh otaku Jejepangan kayak saya. Banyak sekali hal yang menggoda iman dan menggoda isi dompet di Akihabara ini. Dan sebelum mengakhiri perjalanan di hari kedua, saya pun sempat mencoba salah satu kafe nyeleneh Jepang yaitu Maid Cafe bernama @home-cafe.

Hari 3: Odaiba dan Tokyo One Piece Tower

Di hari ketiga ini jadwal saya cukup senjang, karena hanya ada dua daerah yang akan saya kunjungi.

Yang pertama yaitu Odaiba. Di Odaiba ini saya hanya sempat mengunjungi Odaiba Statue of Liberty, Diver City Tokyo yang merupakan pusat perbelanjaan dan wisata seru yang terkenal dengan robot gundam raksasanya dan juga toko Gundam yang sangat terkenal di kalangan pecinta Gundam, dan Tokyo Big Sight yang berarsitektur unik berbentuk limas segiempat dan menjadi pusat eksibishi dan pameran-pameran terkenal di Tokyo diantaranya pameran yang terkenal dan menarik banyak pengunjung adalah Anime Japan, Tokyo Motor Show, dan Comicet (pameran manga terbesar di Jepang).

Puas jalan-jalan di Odaiba, saya melanjutkan perjalanan ke Tokyo Tower. Di Tokyo Tower ini tujuan utama saya sekaligus menutup perjalanan di hari ketiga ini yaitu main di Tokyo One Piece Tower, maklum karena saya penggemar berat One Piece.

Hari 4: Narita

Yups, hari keempat ini merupakan hari berakhirnya perjalanan saya di Jepang. Di Narita ini saya sempat mengunjungi Narita-san Shinsho-ji Temple dan Narita-san Park.

Tips?

Ok, di segmen akhir dari artikel ini saya akan membagikan beberapa informasi buat kalian yang ingin ke Jepang dan ingin hemat seperti saya.

Yang pertama pastinya pintar-pintar lah mencari tiket pesawat promo. Di perjalanan ini saya menggunakan maskapai AirAsia yang memang sudah menjadi informasi umum, si AirAsia ini sering banget ada promo-promo penerbangan murah.

Kedua, pintar-pintar lah menyusun jadwal perjalanan dan tempat yang akan dikunjungi. Untuk memangkas budget, pilih-pilih tempat wisata yang gratis atau yang mungkin tidak menguras dompet kalian jika memang memungkinkan. Kecuali memang kalian harus berkorban jika kalian ingin mengunjungi salah satu tempat wisata yang ingin sekali kalian kunjungi.

Ketiga, pintar-pintar lah menghitung budget untuk transportasi selama di Jepang. Untungnya Jepang di setiap daerahnya memiliki tiket Day-Pass. Nah, jadi sebelum kesana, hitung dan bandingkan terlebih dahulu akan lebih hemat mana antara menggunakan tiket reguler/menggunakan IC Card dengan menggunakan tiket Day-Pass.

Keempat, pintar-pintar lah menghitung budget untuk makan. Dalam versi saya, ritme makan nya begini: saya orangnya jarang sarapan jadi gak perlu makan pagi, makan siang/sore okelah kalo pengen nyicip masakan yang dimasak orang Jepang, makan malam saya dengan mie instant yang saya bawa dari Indonesia. Karena saya menginap di hostel yang menyediakan dapur bersama, jadi bisa masak.

Kelima, sebelum traveling ke Jepang apalagi sendirian, pelajarilah sedikit berbicara menggunakan Bahasa Jepang, karena itu akan sedikit memudahkan perjalanan kalian selama di Jepang, syukur-syukur kalo udah fasih Bahasa Jepang.

Jika ada informasi tambahan dari kalian, mungkin bisa dibagikan di kolom komentar ya!

Pengeluaran

Sebelum ditutup, karena banyak teman-teman di sosmed yang menanyakan berapa uang saya keluarkan untuk trip ke Jepang ini, jadi saya bagikan disini saja.

Pengeluaran Dalam Rupiah:

  • Visa Jepang Single Entry + Ongkos Kirim Passport: Rp 575.000
  • Tiket Pesawat Jakarta-Tokyo (Narita) PP menggunakan maskapai AirAsia: Rp 2.500.000
  • Oak Hostel Cabin: Rp 258.000/malam
  • ARTnShelter Hostel: Rp 296.000/malam
  • SIM Card Jepang untuk Internet Unlimited 5 hari: Rp 125.000

Pengeluaran Dalam Yen:

  • Keisei Skyliner One Way + Tokyo Subway Pass 72 Hours: 3.500 yen
  • IC Card (PASMO): 3.000 yen
  • Makan di Naritaya Halal Ramen: 1.200 yen
  • Makan di Cabe Meguro Indonesian Restaurant: 1.250 yen
  • Makan di Sojibou: 800 yen
  • Tiket Shinjuku Gyoen: 200 yen
  • Tiket Tokyo One Piece Tower Park: 2.200 yen
  • @home-cafe Akihabara: 2.106 yen
  • Pengeluaran Lainnya: 15.000 yen

Note: Untuk pengeluaran lainnya itu akan berbeda setiap orang. Karena dalam pengeluaran lainnya versi saya yaitu seperti oleh-oleh, CD album kelima + DVD Live MY FRIST STORY, merchandise band, dll. Jadi tiap orang pasti berbeda-beda.

Untuk totalnya, silahkan jumlahkan saja sendiri ya.

Jangan lupa juga ditonton ya video cuplikan perjalanan saya selama di Tokyo yang ada dibawah ini:

Jika ada masukan, pertanyaan, dan hal lainnya, silahkan berdiskusi di kolom komentar. Jangan lupa juga share artikel ini jika bermanfaat bagi kalian. Bye!

comments powered by Disqus
IBX5A64AA703D3C9